Masih Banyak Aplikasi Tiruan (Cloning) Berbahaya Yang Ada Di Google Play Store

Masih Banyak Aplikasi Tiruan (Cloning) Berbahaya Yang Ada Di Google Play Store

Google Play Store merupakan salah satu layanan penyedia ribuan aplikasi dan game Android terpercaya dan sudah diakui keamanannya oleh jutaan orang diseluruh dunia.

Layanan Google ini selalu memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para penggunanya untuk mencari dan mendapatkan aplikasi-aplikasi serta game yang disukai.

Bahkan untuk terus mempertahankan predikat sebagai tempat download aplikasi Android terpercaya, Google Play Store mulai memberlakukan peraturan-peraturan serta syarat yang sangat ketat untuk para Developer yang ingin memasarkan aplikasi atau gamenya.

Salah satu syarat atau ketentuan yang diberlakukan oleh Google Play Store adalah, bahwa setiap aplikasi atau game yang ingin di publikasikan tidak boleh mengandung (malware, virus, script pencurian data dan sebagainya).

Hal ini tidak lain dan tidak bukan adalah semata-mata untuk menjaga kepercayaan pelanggan pada layanan Google Play Store ini.

Namun secangih apapun teknologi dan seteliti apapun manusia melakukan pekerjaan pastinya tidak akan terlepas dari yang namanya kelalaian.

Hal ini terus terjadi pada layanan Google Play Store, dimana terdapat banyak aplikasi cloning atau tiruan yang setelah ditelusuri lebih lanjut mengandung virus serta malware yang sangat merugikan.

Aplikasi cloning sendiri merupakan software tiruan yang dibuat semirip mungkin sehingga memiliki fitur dan layanan yang sama dengan aplikasi aslinya.

Aplikasi cloning ini juga bisa dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu full cloning dan modif cloning.

Dimana full cloning adalah suatu aplikasi tiruan yang dibuat semirip mungkin dengan aplikasi aslinya, sedangkan modif cloning adalah aplikasi tiruan yang dibuat berdasarkan aplikasi aslinya, namun dengan penambahan atau pengurangan fitur serta layanan didalamnya.

Walaupun aplikasi cloning ini terlihat seperti melanggar hukum karena terdapat unsur plagiat atau meniru ide orang. Namun aplikasi cloning bisa dianggap legal apabila:

  • Sang Developer aplikasi asli belum mendaftarkan aplikasi sebagai aset secara resmi.
  • Sang Developer tidak mempermasalahkan kegiatan cloning ini.
  • Aplikasi cloning dirilis lebih dahulu dari aplikasi aslinya.

Dan perlu anda ketahui bersama, bahwa layanan Google Play Store mengizinkan aplikasi cloning untuk masuk kedalam layanannya.

Namun yang perlu diwaspadai adalah adanya aplikasi cloning yang berbahaya, dalam artian aplikasi tersebut mengandung virus, ataupun malware yang berbahaya serta merugikan.

Oleh sebab itu banyak orang-orang profesional yang dipekerjakan di Google Play Store, dimana tugas mereka adalah untuk memfilter atau menyeleksi apakah aplikasi yang akan ditampilkan di Google Play layak digunakan dan pastinya aman.

Tapi sayang, seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, masih ada cukup banyak aplikasi-aplikasi cloning yang mengandung malware dan virus.

Lalu bagaimana mungkin aplikasi berbahaya ini bisa lolos dari ketatnya seleksi yang telah diberlakukan oleh Google Play.

Ternyata para Developer aplikasi cloning ini memanfaatkan celah dari layanan Google Play itu sendiri. Dimana pada saat mereka mengajukan publikasi aplikasi ke Google Play Store, aplikasi cloning ini aman, dalam artian tidak dilengkapi dengan malware dan semacamnya.

Namun ketika aplikasi cloning ini sudah berhasil lolos dari seleksi dan aplikasi mereka sudah terpampang di Google Play, mereka melakukan update baru pada aplikasi tersebut.

Dimana update baru inilah yang nantinya akan dimasukkan berbagai macam script serta virus berbahaya.

Pengamat gadget Lucky Sebastian juga memberi keterangan bahwa "aplikasi ini pintar, saat ada di Play Store tidak mengandung malware. Update yang dikirimkan, baru mengandung malware".

Hal ini tentunya menjadi persoalan yang masih belum bisa diatasi secara tuntas oleh pihak Google Play Store itu sendiri.

Dampak dari adanya aplikasi cloning ini tentunya sangat fatal bagi para penggunanya, sebab bukan tidak mungkin data-data pribadi mereka akan hilang atau bahkan dicuri secara diam-diam ketika anda mulai menjalankan aplikasinya.

Oleh sebab itu, sampai saat ini Google Play terus berusaha mencari solusi untuk mengatasi masalah ini, tentunya dengan berbagai metode terbarukan yang ditangani langsung oleh ahlinya.

Belum ada Komentar untuk "Masih Banyak Aplikasi Tiruan (Cloning) Berbahaya Yang Ada Di Google Play Store"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel